Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan Dana Pensiun ?
Dana Pensiun adalah sebuah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Ada 2 (dua) jenis Dana Pensiun yaitu DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) dan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).
Apa yang dimaksud dengan DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) ?
DPPK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri dari Dana Pensiun, untuk menyelenggarakan Program Pensiun bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagi peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap Pemberi Kerja.
Apa yang dimaksud dengan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) ?
DPPK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun Pemberi Kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. Dari pengertian ini, maka yang dapat mendirikan DPLK hanya bank umum atau perusahaan asuransi jiwa.
Apa yang dimaksud dengan Program Pensiun ?
Program Pensiun adalah program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta; dikenal ada 2 jenis Program Pensiun yaitu :

a. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), yaitu program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun.

b. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran dan hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun. Anda sebagai Peserta, akan membayar iuran pensiun setiap bulan, untuk selanjutnya dikembangkan (diinvestasikan), yang akhirnya akan membentuk saldo atau manfaat pensiun.
Dana Pensiun Bank Central Asia (DPBCA) merupakan jenis Dana Pensiun apa ? dan apa program pensiunnya ?
DPBCA merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja karena didirikan oleh PT. Bank Central Asia Tbk. Program pensiun yang dijalankan adalah Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).
Apa yang dimaksud dengan Peraturan Dana Pensiun ?
Peraturan Dana Pensiun, dikenal dalam industri Dana Pensiun dengan singkatan PDP adalah peraturan yang berisi ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan program pensiun; PDP ini dapat disetarakan dengan Anggaran Dasar Pada Perseroan Terbatas (PT), karena PDP merupakan dasar penyelenggaraan dan pengelolaan Dana Pensiun, baik DPPK maupun DPLK.
Berapa besar Iuran peserta DPBCA setiap bulannya ?
Sesuai dengan PDP DPBCA Pasal 22, Iuran peserta DPBCA sebesar 8% yang terdiri dari Iuran Peserta dipotong sebesar 3% dari Penghasilan Peserta, dan Iuran dari Pemberi Kerja sebesar 5% dari Penghasilan Peserta.
Bagaimana Dana Iuran Peserta dikelola oleh DPBCA ?
Dana Iuran Peserta selama ini diinvestasikan di beberapa bagian, seperti deposito, saham, obligasi, reksadana, sukuk, SUN, dan lainnya.
Berapa usia pensiun Peserta DPBCA ?
Usia Pensiun adalah batas usia Peserta dimana hak atas Manfaat Pensiun timbul.

Usia Pensiun Normal yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Untuk jabatan frontliner (Teller dan Customer Service) yang masuk setelah tanggal 19 April 2010 adalah 35 (tiga puluh lima) tahun.

b. Untuk jabatan selain jabatan pada butir 9.a adalah 55 tahun (lima puluh lima) tahun.

Usia Pensiun Dipercepat adalah 45 (empat puluh lima) tahun.
Apa jenis manfaat pensiun yang merupakan hak Peserta ?
Berikut jenis-jenis manfaat pensiun yang dapat diterima Peserta :
a. Manfaat Pensiun Normal.
- Peserta mencapai Usia Pensiun Normal maka berhak atas Manfaat Pensiun Normal.
- Jumlah Manfaat Pensiun Normal yang diterima ialah akumulasi iuran pemberi kerja ditambah akumulasi iuran peserta beserta akumulasi hasil pengembangan.
- Jumlah Manfaat Pensiun Normal yang diterima digunakan untuk membeli anuitas seumur hidup pada asuransi jiwa, dan dapat memilih untuk menerima pembayaran sekaligus sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah manfaat pensiun tersebut.
- Bilamana jumlah Manfaat Pensiun Normal yang diterima kurang dari Rp. 625.000.000,- (enam ratus dua puluh lima juta rupiah), maka manfaat dapat diambil sekaligus.

b. Manfaat Pensiun Dipercepat.
- Peserta mengundurkan diri sebagai karyawan/wati BCA dan mencapai Usia Pensiun Dipercepat maka berhak atas Manfaat Pensiun Dipercepat.
- Jumlah Manfaat Pensiun Dipercepat yang diterima ialah akumulasi iuran pemberi kerja ditambah akumulasi iuran peserta beserta akumulasi hasil pengembangan.
- Jumlah Manfaat Pensiun Dipercepat yang diterima digunakan untuk membeli anuitas seumur hidup pada asuransi jiwa, dan dapat memilih untuk menerima pembayaran sekaligus sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah manfaat pensiun tersebut.
- Bilamana jumlah Manfaat Pensiun Dipercepat yang diterima kurang dari Rp. 625.000.000,- (enam ratus dua puluh lima juta rupiah), maka manfaat dapat diambil sekaligus.

c. Manfaat Pensiun Cacat.
- Peserta mengalami cacat yang menyebabkan tidak dapat bekerja lagi maka berhak atas Manfaat Pensiun Cacat.
- Jumlah Manfaat Pensiun Cacat yang diterima ialah akumulasi iuran pemberi kerja ditambah akumulasi iuran peserta beserta akumulasi hasil pengembangan.
- Jumlah Manfaat Pensiun Cacat yang diterima digunakan untuk membeli anuitas seumur hidup pada asuransi jiwa, dan dapat memilih untuk menerima pembayaran sekaligus sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah manfaat pensiun tersebut.
- Bilamana jumlah Manfaat Pensiun Cacat yang diterima kurang dari Rp. 625.000.000,- (enam ratus dua puluh lima juta rupiah), maka manfaat dapat diambil sekaligus.

d. Pensiun Ditunda.
- Peserta mengundurkan diri sebagai karyawan/wati BCA dan belum mencapai Usia Pensiun Dipercepat maka berhak atas Manfaat Pensiun Ditunda.
- Peserta tidak dapat mengambil Dana Pensiunnya, namun Peserta mempunyai pilihan sebagai berikut :
i. Dialihkan ke Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Lainnya.
ii. Dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
- Jumlah Manfaat Pensiun Ditunda ialah akumulasi iuran pemberi kerja ditambah akumulasi iuran peserta beserta akumulasi hasil pengembangan.

e. Manfaat Pensiun Pihak Yang Berhak (Pensiun Meninggal Dunia).
- Peserta meninggal dunia maka Janda/Duda berhak atas Manfaat Pensiun Janda/Duda.
- Jumlah Manfaat Pensiun yang diterima ialah akumulasi iuran pemberi kerja ditambah akumulasi iuran peserta beserta akumulasi hasil pengembangan.
- Dalam hal peserta meninggal dunia, dan tidak mempunyai Janda/Duda atau Janda/Duda telah meninggal dunia, maka Manfaat Pensiun diberikan kepada Anak.
- Manfaat Pensiun Anak diberikan sampai Anak mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun.
- Manfaat Pensiun Anak dapat dilanjutkan sampai anak mencapai usia 25 (dua puluh lima) tahun, dengan ketentuan anak yang bersangkutan :
i. Tidak mempunyai penghasilan sendiri; dan
ii. Belum menikah.
- Jumlah Manfaat Pensiun yang diterima digunakan untuk membeli anuitas seumur hidup pada asuransi jiwa, dan dapat memilih untuk menerima pembayaran sekaligus sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah manfaat pensiun tersebut.
- Dalam hal peserta meninggal dunia, dan belum mencapai usia Pensiun Dipercepat, maka manfaat pensiun dapat dibayarkan secara sekaligus atau dipergunakan untuk membeli Anuitas dari perusahaan asuransi jiwa.
- Dalam hal peserta meninggal dunia, dan tidak mempunyai Janda/Duda maupun Anak, hak atas Manfaat Pensiun dibayarkan secara sekaligus kepada pihak yang ditunjuk.

f. Bagaimana apabila Peserta berhenti dengan masa kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun ?
- Peserta yang berhenti sebagai Peserta DPBCA, dengan masa kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun tidak berhak atas Manfaat Pensiun.
- Peserta yang berhenti sebagai Peserta DPBCA, dengan masa kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun hanya berhak atas akumulasi Iuran Pensiun sendiri ditambah dengan bunga yang layak.
- Peserta yang berhenti sebagai Peserta DPBCA dengan masa kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun tidak berhak atas akumulasi Iuran Pensiun Pemberi Kerja dan Hasil Pengembangannya.
- Akumulasi Iuran Pensiun Pemberi Kerja dan hasil Pengembangan akan dibagikan kepada Peserta lain yang masih aktif.
Apa yang dimaksud dengan anuitas ?
Anuitas adalah produk asuransi jiwa yang memberikan manfaat pembayaran rutin secara bulanan kepada Pemegang Polis seumur hidup setelah memasuki masa pensiun. Produk ini memberikan variasi manfaat di masa yang akan datang. Sesuai dengan peraturan PMK No. 50 Tahun 2012. anuitas merupakan kewajiban bagi Peserta yang saldo saat pensiun ≥ Rp. 625.000.000,- (enam ratus dua puluh lima juta rupiah).

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 76 tahun 1992 tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja, pasal 31 dimana menyebutkan bahwa Pengurus Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti, atas permintaan dan pilihan peserta, membeli anuitas seumur hidup dari Perusahaan Asuransi Jiwa, dengan syarat :

- Anuitas yang dipilih menyediakan Manfaat Pensiun bagi janda/duda atau anak sekurang-kurangnya 60% dan sebanyak2nya 100% dari Manfaat Pensiun yang diterima peserta

- Anuitas yang dipilih memenuhi ketentuan2 dalam Undang-Undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya serta Peraturan Dana Pensiun.
Apakah DPBCA akan menunjuk kepada salah satu anuitas atau DPLK tertentu kepada Peserta yang Pensiun Normal / Dipercepat / Ditunda ?
Tidak, DPBCA dilarang menunjuk kepada salah satu anuitas atau DPLK tertentu. Semua pilihan tersebut sepenuhnya merupakan pilihan dari Peserta. DPBCA hanya akan memberikan daftar asuransi pemberi anuitas atau DPLK. Apabila Peserta memilih anuitas atau DPLK yang tidak terdaftar, tetap diperbolehkan asalkan anuitas atau DPLK tersebut tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku.
Apakah produk anuitas tersebut dapat dicairkan oleh Peserta ?
Anuitas adalah produk asuransi jiwa yang jangka waktunya seumur hidup dan tidak dapat dicairkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sudah lebih ketat dalam mengawasi Lembaga yang menyelenggarakan jasa keuangan baik asuransi jiwa maupun Dana Pensiun. Bilamana terdapat Perusahaan Asuransi Jiwa yang menawarkan produk anuitas seumur hidup namun dapat dibatalkan pada jangka waktu tertentu, DPBCA tidak merekomendasikan skema tersebut karena sudah melanggar dari Undang-Undang/Peraturan dari Pemerintah maupun OJK. Apabila Bapak/Ibu tetap akan memilih Perusahaan Asuransi Jiwa yang menjanjikan pembatalan pada jangka waktu tertentu tersebut, maka segala risiko atas pemilihan Asuransi Jiwa tersebut sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Bapak/Ibu.
Apakah Dana Pensiun yang akan diterima akan terkena pajak ?
Pajak Penghasilan atas Manfaat pensiun dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan yang berlaku. Untuk Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) pertama tidak terkena pajak, sisanya terkena pajak maksimal 5%.
Contoh :

a. Apabila saldo Peserta saat pensiun Rp. 40.000.000,- maka Peserta tidak dikenakan pajak.

b. Apabila saldo Peserta saat pensiun Rp. 80.000.000,- maka Peserta akan dikenakan pajak sebesar 5% dari sisa pengurangan saldo Peserta dikurangi Rp. 50.000.000,- .
Apa syarat kepesertaan sebagai peserta DPBCA ?
Karyawan/wati BCA yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun dan diangkat sebagai karyawan/wati tetap dan telah berusia minimal 18 (delapan belas) tahun atau telah menikah, dapat menjadi peserta DPBCA dengan mengisi formulir Pendaftaran Peserta Baru.
Contoh : Karyawan A masuk BCA tanggal 1 Januari 2012 dengan status percobaan/kontrak :

a. Apabila tanggal 1 April 2012 diangkat sebagai karyawan tetap dari percobaan, maka A mulai menjadi peserta DPBCA pada tanggal 25 Januari 2013.

b. Apabila tanggal 1 Februari 2013 diangkat sebagai karyawan tetap dari kontrak, maka A mulai menjadi peserta Dana Pensiun BCA tanggal 25 Februari 2013.
Bagaimana tata cara untuk menjadi Peserta DPBCA ?
Peserta mengisi Formulir Pendaftaran Peserta Baru dan melengkapi dokumen dengan melampirkan fotokopi KTP di BCA Divisi Pelatihan dan Pengembangan, kemudian dokumen dikirim ke HCM (Human Capital Management) BCA untuk divalidasi dan selanjutnya dikirimkan ke DPBCA.
Apakah pembayaran Manfaat Pensiun dipotong sebagian kontribusi perusahaan (bagian 3/8 dari saldo pokok?
Pembayaran Manfaat Pensiun dari DPBCA tidak dipotong bagian kontribusi perusahaan. (Bagian kontribusi perusahaan dalam iuran DP akan diperhitungkan dalam pembayaran pesangon karyawan BCA sesuai aturan PKB BCA)
Informasi apa saja yang Peserta dapatkan di website DPBCA ?
Di website DPBCA, Peserta dapat melihat Informasi Saldo, Informasi Kepesertaan, Informasi Regulasi Pencairan Saldo Peserta, Informasi Investasi, Regulasi-regulasi, dan Berita mengenai DPBCA dan anak-anak perusahaan DPBCA.
Bagaimana format user id website DPBCA?
Format user id untuk login di website DPBCA menggunakan format 8 digit NIP karyawan BCA.
Bagaimana cara mendapatkan userID untuk login di website DPBCA ?
Saat karyawan/wati BCA menjadi peserta DPBCA, akan mengisi Formulir Pendaftaran Peserta Baru. Saat menerima formulir tersebut kami akan mendaftarkan peserta baru tersebut dan akan kami kirimkan ke email Peserta baru yang berisikan userID dan password untuk login di website DPBCA.